Rumah Tumbuh, Alternatif Membangun Rumah


“Masih banyak orang beranggapan, bahwa rumah terdiri dari banyak kamar. Padahal, awalnya bisa satu kamar lalu berkembang dengan banyak kamar,” ujar Cosmas Batubara sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat. (Kompas, 30 Mei 2012)

Dari pernyataan diatas, mencari rumah tidaklah harus yang bertipe besar dan berkamar banyak. Salah satu solusi untuk membeli rumah bagi keluarga yang mempunyai terbatas dengan membeli rumah-rumah tipe-tipe kecil yang terjangkau. Konsep Rumah tumbuh bisa di gunakan bagi merka yang mempunyai dana terbatas. Oleh karena itu, Rumah Tumbuh bisa di definisikan dengan rumah yang merupakan pengembangan dari rumah asli sesuai kemampuan kita.

Konsep Rumah Tumbuh berbeda dengan rumah stengah jadi, rumah tumbuh merupakan pengembangan dari rumah jadi yang biasanya bermula dari rumah tipe-tipe kecil (36,45,54). sedangkan rumah setengah jadi merupakan rumah yang proses pembangunannya belum sepenuhnya selesai meskipun sudah ditempati.

Kelebihan dan kekurangan dari rumah tumbuh adalah

Kelebihan

  • Rumah tumbuh bisa diawasi senidiri sehingga kita tahu seperti apa kualitas rumah yang kita inginkan
  • Menentukan jadwal pengerjaan kita bisa lakukan sendiri. proses pengerjaan rumah tumbuh bisa kita jadwalkan sendiri menurut waktu dan keuangan yang kita punya.
  • Bisa melakukan perubahan desain terhadap rumah sesuai dengan selera dan juga pasti sesuai dengan sisi keuangan kita.
  • Memberi kepuasan tersendiri bagi kita karena berbagai hal mengenai rumah tumbuh kita ketahui langsung melalui proses pembangunan.
  • Karena kita bisa terjun langsung ke proses pembangunan rumah tumbuh, di masa mendatang kita bisa melakukan maintainance/atau perawatan terhadap kerusakan-kerusakan yang terjadi dalam rumah kita.

Kerugian

  • Sedikit lebih banyak membutuhkan dana lebih diawal untuk membeli lahan untuk rumah tumbuh
  • Anda, Istri atau anggota keluarga anda setidaknya harus meluangkan waktu untuk mengawasi pengerjaan rumah tumbuh untuk mendapatkan kepuasan yang diharapkan.

Ada 2 macam tipe rumah tumbuh yaitu rumah tumbuh vertikal dan rumah tumbuh horizontal.

Rumah tumbuh vertikal merupakan rumah yang pengembangan ruangnya dilakukan keatas. untuk tipe rumah ini yang perlu diperhatikan adalah struktur dari rumah yang sebelumnya sudah dibuat. jika struktur belum memungkinkan untuk pengembangan ruang keatas, sebaiknya ada penambahan struktur-struktur misalnya penambahan strausspile (pondasi) dan kolom yang memungkinkan.

Rumah tumbuh Horizontal merupakan rumah yang perkembangannya kesamping atau kebelakang. syarat dari rumah tumbuh yang satu ini adalah ketersediaan lahan yang cukup untuk pengembangan rumah. Penambahan ruang pada rumah tumbuh tipe ini lebih kepada ruang-ruang tambahan yang sebelumnya belum tersedia dalam rumah, seperti ruang cuci, ruang pembantu, gudang dan sebagainya.

Demikian ulasan kami tentang rumah tumbuh, semoga kita bisa memberi rumah sesuai dengan keinginan dan finansial kita.

By : Clusterstudio Tembalang 

Untuk jasa desain rumah atau jasa borongan rumah dan jasa borongan interior silahkan hubungi kami :
CLUSTER STUDIO 
Jl. banjarsari 30 tembalang
telp : 085648244706 ; 082142529934 (hamdi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: